Going Solo

By: Elizabeth Widowati on January 3rd, 2008

, , No comments

As water floods the charming tourist haven of Solo in Central Java, it brings a grim reminder of ecological mismanagement and the devastating effects of climate change to its beleaguered people, who need help urgently.

Solo, Central Java, Dec 30, 2007. The island of Java is on the verge of collapse because of decades of ecological mismanagement. This was said by Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Tengah, Arif Zyayin. This week, there have been floods in the Solo area, Pekalongan, Purwodadi Grobogan, and a land disaster in Mogol Kecamatan Tawang Mangu Karang Anyar, Central Java. �Look at the volume of the Gajah Mungkur ponds. For long years in the past, even with the elevation of water, they were never this close or full like these,� said Zyayin. There have been changes in land usage and houses are being rented out to vacationers, which contributed to the land disaster in Tawangmangu. The Walhi Jawa Tengah concluded that all of this happens because of the degradation of ecological assets. Climate change and global warming are matters of utmost seriousness any more for Indonesia. Right now, refugees in flooded areas of Solo need a great deal of support in the form of food, sanitation and clothing. Even tonight, water is seeping into their homes. They cannot go back.

Solo – Pulau Jawa saat ini tengah dalam kondisi kolaps dan bangkrut, akibat salah urus dalam mengelola aset lingkungan selama ini. Ini diungkapkan Koordinator Wahana Lingkungan Hidup Jawa Tengah, Arif Zyayin, hari ini, ketika melihat serentetan bencana alam banjir di wilayah Solo, Pekalongan, Purwodadi Grobogan, termasuk longsor di bukit Mogol, kecamatan Tawangmangu Karang Anyar, beberapa hari ini. Ini terlihat dari volume air di Waduk Gajahmungkur, belum pernah elevasi air mencapai titik maksimal, seperti saat ini. Belum lagi longsor yang terjadi di Tawangmangu, yang disinyalir terjadi menyusul adanya perubahan fungsi lahan menjadi aset wisata. Sehingga pihaknya menyimpulkan, dengan menurunnya daya serap lingkungan saat ini, perubahan iklim dan pemanasan global, sudah bukan hal yang main – main lagi bagi Indonesia. Saat ini pengungsi di wilayah banjir , dalam kondisi sangat mengkhawatirkan dan kelaparan , akibat minimnya dapur – dapur umum dan minimnya pasokan air bersih dan sanitasi, termasuk pakaian kering.

  • No comments yet.
    1. No trackbacks yet.