Amerika Serikat Minta Negara Lain Menghargai

By: Purbasari Daruningsih on December 3rd, 2007

, No comments

United States of America Delegation asks other countries to respect its positon on the Kyoto Protocol in the same way that it is respecting the positions of other countries on the protocol.

Pemerintah Amerika Serikat meminta negara-negara lain untuk menghargai sikapnya sebagai satu-satunya negara yang belum menandatangani protokol kyoto, setelah pada 3 Desember 2007, Australia bersedia untuk manandatangani protokol itu.

Ketua negosiator delegasi Amerika Serikat, Harlan. L. Watson menyatakan meskipun pemerintahnya belum bersedia menandatangani protokol kyoto, tetapi berkomitmen untuk melakukan negosiasi lanjutan dari hasil konferensi PBB untuk perubahan iklim yang tertuang dalam Bali road map. Mereka juga akan membantu negara-nagara berkembang untuk mendapatkan akses teknologi yang ramah lingkungan. Pernyataan Harlan itu disampaikan dalam keterangan persnya disela konferensi perserikatan bangsa-bangsa untuk perubahan iklim di Nusa Dua, Bali.

Pemerintah Amerika Serikat menghargai sikap pemerintah Australia yang akhirnya bersedia menandatangani protokol kyoto. Hal tersebut tidak akan mengubah kerjasama dan komitmen yang selama ini dijalankan antara pemerintah Amerika Serikat dan Australia.

Harlan menambahkan, pemerintah Amerika Serikat tetap menghargai pandangan negara-negara lain mengenai sikap mereka, untuk itu ia juga meminta negara-negara lain menghargai sikap Amerika Serikat. Dalam konferensi ini, pemerintah Amerika Serikat juga tidak akan membuat blok-blok besar dengan sesama negara maju.

“Itu terserah masing-masing negara untuk menganalisa dan menyimpulkan menurut mereka sendiri, tapi kami menghargai keputusan negara lain. Kami minta mereka juga menghormati keputusan kami”

Delegasi Amerika Serikat menyoroti tiga isu penting dalam konferensi PBB untuk perubahan iklim, yaitu masalah kehutanan, adaptasi dan akses teknologi. Amerika serikat menekankan pada pemerintah Indonesia dan negara berkembang lainnya untuk fokus pada masalah kerusakan hutan. Pemerintah Amerika Serikat akan membantu melakukan konservasi hutan.

Harlan. L. Watson mengatakan, pemerintah Amerika Serikat juga memerangi masalah pembalakan liar dan ekspor kayu hasil pembalakan liar yang diproduksi dari hutan Afrika, Asia dan Amerika Latin.

Purbasari Daruningsih — jaringan radio elshinta dari studio mini radio pool konferensi perserikatan bangsa-bangsa untuk perubahan iklim, hasil kerjasama jaringan radio elshinta, internews dan p3media.

  • No comments yet.
    1. No trackbacks yet.